BANDA ACEH — Kepala Satuan Tugas Percepatan Pemulihan Pascabencana (Kasatgas PRR), Tito, memberikan apresiasi atas capaian pengerjaan infrastruktur dan pemulihan sosial-ekonomi di wilayah Aceh. Berdasarkan hasil evaluasi dan peninjauan lapangan terbaru, seluruh program transisi menuju pemulihan permanen di daerah terdampak bencana di Serambi Mekah tersebut terus menunjukkan tren kemajuan (progres) yang signifikan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah untuk memastikan masyarakat Aceh tidak hanya mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak, tetapi juga ekosistem kehidupan yang lebih aman dan tangguh terhadap potensi bencana di masa depan.
Capaian Krusial di Lapangan
Kasatgas Tito menjelaskan ada beberapa sektor utama yang menjadi tolok ukur kemajuan pemulihan permanen di Aceh hingga pertengahan tahun ini:
-
Rampungnya Pembangunan Hunian Tetap (Huntap):
Proses relokasi warga dari zona merah rawan bencana ke kawasan hunian baru yang aman telah berjalan lancar. Sebagian besar huntap yang dibangun dengan teknologi tahan gempa kini sudah mulai ditempati oleh keluarga penerima manfaat, lengkap dengan fasilitas air bersih dan aliran listrik.
-
Revitalisasi Infrastruktur Publik dan Logistik:
Perbaikan akses jalan utama, jembatan penghubung antar-kecamatan, serta fasilitas kesehatan dan pendidikan yang sempat rusak kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir. Pulihnya jalur logistik ini secara otomatis langsung memicu bangkitnya aktivitas ekonomi lokal.
-
Normalisasi Sektor Pertanian dan Perikanan:
Mengingat mayoritas warga Aceh di wilayah terdampak bergantung pada sektor agraria dan maritim, Satgas bersama pemda setempat telah berhasil melakukan normalisasi saluran irigasi yang rusak serta menyalurkan bantuan alat tangkap bagi para nelayan.
Pendekatan Build Back Better: Satgas menekankan bahwa pemulihan di Aceh tidak sekadar membangun ulang infrastruktur seperti sedia kala, melainkan meningkatkannya dengan standar mitigasi bencana yang jauh lebih matabelo (andal) guna meminimalisir risiko di kemudian hari.
Sinergi Kuat Pusat-Daerah Jadi Kunci
Menurut Tito, kecepatan progres pemulihan di Aceh bisa terwujud berkat komitmen tinggi dari Pemerintah Daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, yang sangat kooperatif dalam urusan penyediaan lahan dan validasi data by name by address.
“Kemajuan positif di Aceh ini adalah bukti nyata dari efektivitas sinkronisasi pusat dan daerah. Ketika pemerintah daerah proaktif menyelesaikan kendala administratif di lapangan seperti kliring lahan, kami di pusat bisa langsung tancap gas menurunkan anggaran dan melakukan eksekusi fisik,” ujar Kasatgas Tito.
Meskipun menunjukkan kemajuan yang memuaskan, Satgas mengingatkan jajarannya dan dinas terkait di Aceh untuk tetap mengawal fase akhir ini dengan ketat, terutama dalam memastikan keberlanjutan program pendampingan ekonomi bagi warga di lingkungan hunian baru agar mereka bisa mandiri secara finansial.