
JAKARTA, Media Pengungkap Fakta Penyakit hernia kembali menjadi sorotan para ahli medis setelah dilaporkannya beberapa kasus darurat akibat keterlambatan penanganan. Dokter spesialis mengingatkan masyarakat bahwa hernia—yang sering dianggap sepele karena awalnya tidak terasa sakit—bisa berubah menjadi kondisi yang mengancam nyawa jika terus dibiarkan
.WaspadaGejala “Hilang-Timbul” pada Anak-AnakLaporan terbaru dari ikatan dokter spesialis bedah anak menyoroti tingginya kasus hernia inguinalis (di lipat paha) dan hernia umbilikalis (di pusar) pada bayi dan anak-anak.
Para orang tua diimbau untuk waspada jika melihat benjolan yang hilang-timbul saat anak sedang aktif, menangis, atau batuk. Dokter menegaskan bahwa hernia pada anak umumnya tidak bisa sembuh sendiri dan memerlukan evaluasi medis sejak dini agar tidak memicu komplikasi
Kapan Hernia Menjadi Darurat Medis?
Kondisi hernia berbahaya ketika memasuki fase Hernia Strangulata atau hernia terjepit. Ini terjadi ketika usus atau jaringan yang keluar terperangkap di celah otot yang lemah sehingga aliran darahnya terputus.
Masyarakat diminta segera ke instalasi gawat darurat (IGD) jika menemukan tanda-tanda berikut pada benjolan hernia:
Benjolan terasa sangat keras dan nyeri hebat mendadak.
Benjolan berubah warna menjadi merah tua, biru, atau gelap.
Disertai gejala perut kembung, mual, muntah, serta tidak bisa buang air besar atau buang angin.
Tren Pengobatan Terkini: Minim Sayatan dengan Teknologi Robotik
Dalam hal penanganan, edukasi medis terbaru kembali menegaskan bahwa hernia tidak bisa disembuhkan dengan pijat alternatif atau sekadar obat-obatan. Pijatan justru berisiko merobek dinding usus yang sedang terjepit.
Kabar baiknya, teknologi bedah hernia kini sudah sangat modern. Selain bedah terbuka konvensional dan laparoskopi (teropong), kini makin banyak rumah sakit yang mengadopsi Bedah Robotik (Robotic Laparoscopy).
Teknologi ini memungkinkan dokter bedah melakukan perbaikan dinding otot menggunakan lengan robot dengan tingkat presisi yang sangat tinggi. Keunggulannya meliputi sayatan yang sangat kecil, rasa nyeri yang jauh berkurang setelah operasi, risiko infeksi minimal, serta waktu pemulihan pasien yang jauh lebih cepat.
Tips Pencegahan
Untuk mencegah terjadinya hernia atau kekambuhan pasca-operasi, dokter menyarankan beberapa perubahan gaya hidup:
Jaga berat badan ideal untuk mengurangi tekanan pada rongga perut.
Perbanyak konsumsi serat (buah dan sayur) agar tidak perlu mengejan terlalu keras saat buang air besar.
Hindari mengangkat beban yang terlalu berat melebihi kemampuan tubuh.
Segera obati batuk kronis karena tekanan batuk yang terus-menerus dapat memperlemah dinding perut.
( Reed Hld )
