
PALU —Media Pengungkap Fakta, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menarik perhatian publik lewat aksi berbaginya yang menyerap aspirasi warga secara langsung tanpa sekat. Pendekatan inovatif ini dilakukan melalui ruang dialog terbuka di masjid-masjid seusai pelaksanaan salat Subuh berjamaah.
Langkah tersebut menjadi wadah pelayanan publik yang fleksibel dan efisien bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan atau usulan pembangunan.
Akses Tanpa Birokrasi: Warga dapat langsung bertatap muka dan berkonsultasi dengan Gubernur tanpa perlu membuat janji terlebih dahulu atau melewati prosedur protokol birokrasi yang rumit.
Penguatan Modal Sosial dan Spiritual: Kegiatan ini dikemas serangkaian dengan program “Subuh Berkah” guna mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai moral dan solidaritas antarwarga di Sulawesi Tengah.
Penanganan Masalah Secara Cepat: Berbagai persoalan mulai dari layanan publik, infrastruktur lokal, hingga masalah sosial diserap langsung untuk segera didistribusikan ke dinas atau instansi terkait agar mendapat penanganan.
Tradisi Pelayanan Konsisten: Kebiasaan berinteraksi dengan warga usai ibadah ini terus dijaga sebagai komitmen kepemimpinan yang merakyat dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui pendekatan berbasis komunitarian ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap pola komunikasi dua arah antara pemimpin dan warga dapat meningkatkan kepercayaan publik serta mempercepat respons pembangunan daerah.
( Reed Team Liputan )
