DENPASAR — Menteri Sosial (Mensos) bergerak cepat mengakselerasi proyek pembangunan 9 Sekolah Rakyat yang tersebar di sejumlah titik strategis di Provinsi Bali. Langkah percepatan ini diambil sebagai bentuk eksekusi langsung atas instruksi dan arahan Presiden, guna mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah pesisir dan pedalaman pulau dewata.
Program Sekolah Rakyat ini dirancang khusus dengan konsep pendidikan inklusif, di mana proses belajar-mengajar tidak hanya berfokus pada kurikulum akademik formal, melainkan juga dibekali dengan pelatihan keterampilan praktis (vocational training) yang disesuaikan dengan potensi kearifan lokal setempat.
Fokus Utama Akselerasi Pembangunan
Kementerian Sosial (Kemensos) menggarisbawahi tiga aspek utama yang menjadi fokus dalam percepatan pembangunan fisik maupun non-fisik 9 Sekolah Rakyat di Bali tersebut:
-
Infrastruktur Ramah Anak dan Tangguh Bencana:
Pembangunan gedung sekolah menggunakan material lokal berkualitas dengan struktur bangunan yang ramah anak serta memenuhi standar mitigasi bencana. Desain ruang kelas dibuat terbuka dan adaptif untuk merangsang kreativitas siswa.
-
Kurikulum Berbasis Karakter dan Kemandirian:
Selain mendapatkan materi pelajaran umum, para siswa di Sekolah Rakyat ini akan dibekali keahlian khusus seperti pengelolaan pertanian organik, kerajinan seni khas Bali, hingga pemanfaatan teknologi digital dasar untuk sektor pariwisata.
-
Kolaborasi dengan Tokoh Adat dan Pemda:
Agar program berjalan berkelanjutan, Kemensos secara intensif melakukan sinkronisasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Bali serta pihak Desa Adat. Sinergi ini mencakup validasi data anak putus sekolah agar tepat sasaran, hingga pelibatan seniman dan praktis lokal sebagai tenaga pengajar pendamping.
Pendidikan Gratis Total: Seluruh biaya operasional, seragam, buku, hingga fasilitas penunjang di 9 Sekolah Rakyat ini sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah melalui alokasi anggaran khusus, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahtera dapat belajar tanpa beban finansial.
Memutus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan
Dalam peninjauannya, Mensos menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat ini bukan sekadar proyek fisik bangunan semata, melainkan sebuah investasi sosial jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan struktural.
“Arahan Bapak Presiden sangat jelas: tidak boleh ada anak usia sekolah yang tidak bisa belajar hanya karena kendala ekonomi atau akses geografis. Bali tidak hanya pusat pariwisata, tapi kita harus memastikan anak-anak di pelosok Bali memiliki daya saing yang sama kuatnya demi menyongsong masa depan mereka,” ujar Mensos.
Kemensos menargetkan seluruh proses konstruksi dan persiapan tenaga pengajar untuk 9 Sekolah Rakyat ini dapat rampung dalam waktu dekat, sehingga aktivitas pembelajaran gelombang pertama bisa segera dimulai sesuai dengan linimasa yang telah direncanakan.