JAKARTA — Kalangan ekonom dan pengamat kebijakan publik memberikan apresiasi terhadap konsistensi pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan memperkuat fundamental pasar domestik. Langkah-langkah strategis yang diambil dinilai berhasil mempertahankan, bahkan meningkatkan kepercayaan (confidence) pelaku pasar serta investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.
Pengamat ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyatakan bahwa indikator-indikator positif seperti laju inflasi yang tetap terkendali, performa neraca perdagangan yang konsisten surplus, serta terjaganya daya beli masyarakat menjadi fondasi kuat yang diakui oleh lembaga pemeringkat kredit internasional.
Kunci Utama Peningkatan Kepercayaan
Para analis mencatat ada tiga faktor utama yang membuat sentimen positif terhadap perekonomian Indonesia terus terjaga secara solid:
-
Prudensi Fiskal dan APBN yang Sehat: Pemerintah dinilai disiplin dalam mengelola defisit anggaran dan menjaga rasio utang dalam batas aman. Pengelolaan belanja negara yang difokuskan pada sektor produktif—seperti infrastruktur strategis, ketahanan pangan, dan bantuan sosial—memberikan sinyal positif bahwa pengelolaan fiskal Indonesia dilakukan secara kredibel.
-
Konsistensi Hilirisasi dan Industrialisasi: Kebijakan hilirisasi komoditas mentah terbukti mampu mengubah struktur ekspor Indonesia menjadi lebih bernilai tambah tinggi. Hal ini tidak hanya memperkuat cadangan devisa, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan menarik investasi langsung asing (Foreign Direct Investment/FDI) jangka panjang yang tidak mudah goyang oleh sentimen jangka pendek.
-
Kepastian Hukum dan Kemudahan Berusaha: Implementasi reformasi regulasi yang terus berjalan, digitalisasi birokrasi, serta optimalisasi sistem layanan perizinan terintegrasi (OSS) dinilai memperkecil ruang ketidakpastian bagi para pelaku usaha yang ingin memperluas ekspansi bisnisnya di Indonesia.
Investasi sebagai Motor Penggerak: Kepercayaan ekonomi yang tinggi tercermin langsung dari realisasi investasi yang terus tumbuh di luar sektor Jawa, menandakan bahwa pemerataan ekonomi yang direncanakan pemerintah mulai direspon positif oleh pasar.
Tantangan yang Tetap Harus Diwaspadai
Meski apresiasi mengalir, para pengamat mengingatkan pemerintah agar tidak lengah. Struktur ekonomi domestik masih harus terus diperkuat untuk menghadapi potensi rambatan risiko global, seperti fluktuasi harga komoditas energi dunia dan arah kebijakan suku bunga bank sentral global.
Pemerintah diharapkan tetap konsisten melakukan pendalaman pasar keuangan, mempercepat transisi energi hijau yang berkeadilan, serta memastikan pertumbuhan ekonomi ini bisa dirasakan secara inklusif melalui penguatan sektor UMKM dan penciptaan lapangan kerja sektor formal.
Melalui kombinasi kebijakan yang adaptif dan komunikasi publik yang transparan, pemerintah diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap berada di jalur yang positif hingga akhir tahun.